Permainan Kelereng

   Hahaha... Aku menang, aku menaaanggg... Terdengar derai gelak tawa seorang bocah komplek di sore itu. Aku hanya memperhatikan sambil tersenyum-senyum sendiri. Betapa tidak, melihat kelakuan mereka sore itu, mengingatkan aku pada masa kecilku dulu. Apa sih yang mereka mainkan ?... Aha !!! ternyata mereka lagi asik main kelereng Pot (baca : Puyk , dalam istilah kota Pekanbaru). Bocah yang menang tertawa dengan riangnya, sedangkan beberapa temannya yang kalah hanya terdiam. Hahaha..., lucuuu... Oke okelah, sebelum ceritanya kepanjangan, aku kenalin dulu judul artikel blog kali ini yaitu : "Permainan Tradisional Kelereng".
   Terlebih dahulu kita cerita sedikit tentang kelereng. Dalam bahasa Jawa, kelereng biasa disebut juga dengan Neker atau Nekeran. Orang Betawi biasa menyebut kelereng dengan nama Gundu. Adapun di Sunda, biasa disebut dengan nama Kaleci. Klo di Palembang lain lagi, mereka biasa menyebutnya dengan nama Ekar. Sedangkan di Banjar biasa disebut dengan nama Kleker dan di bagian Riau Pesisir, biasa disebut dengan nama permainan Guli. Nah, perlu diketahui bahwa kelereng itu sendiri adalah mainan kecil berbentuk bulat yang terbuat dari kaca, ada juga yang terbuat dari tanah liat, ataupun agate. Ukuran kelereng bermacam-macam, umumnya berukuran ½ inci (1,25 cm) dari ujung ke ujung.
   Permainan kelereng atau guli bisa dimainkan dimana saja, tanpa ada batasan atau lapangan yang khusus, asalkan jangan main di tengah jalan aja, khan bahayaaa... Hehehe... Dan ternyata, ada beberapa jenis dalam permainan kelereng ini, antara lain yaitu :
   1. Permainan Kelereng Pot (baca : Puyk).
   2. Permainan Kelereng Lubang Tiga.

Nah, selanjutnya mari kita coba bahas sedikit tentang jenis permainan kelereng ini.
1. Permainan Kelereng Pot (baca : Puyk).
   Permainan kelereng jenis ini agak mengandung unsur judi dan taruhan, caranya yaitu : beberapa pemain masing-masing sudah mempersiapkan kelereng sebanyak-banyaknya, karena dalam permainan ini mereka bertaruh atau memakai cara membayar dengan k
elereng juga, tergantung kesepakatan diantara para pemain.
   Cara bermainnya adalah : 

 - Mereka membuat lingkaran kecil di atas tanah untuk meletakkan kelereng yang akan menjadi taruhan mereka.  Lingkaran biasanya dibuat dengan memakai kapur tulis, arang, atau torehan kayu membentuk pola lingkaran di atas tanah tempat bermain. Ukuran lingkarannyapun tergantung dari banyaknya jumlah Kelereng yang dipertaruhkan.
  -  Para pemain mengumpulkan k
elereng di dalam lingkaran tersebut. Jumlah kelereng yang akan dipertaruhkan juga tergantung dari kesepakatan diantara para pemain. Kalau kesepakatan memasang 5 buah kelereng maka semuanya memasang 5 buah Kelereng. Kalau pada saat itu jumlah pemain ada 3 orang, maka kelereng di dalam kotak itu berjumlah 15 buah.
  - Kemudian para pemain melempar kelereng dari garis lempar. Jarak garis lempar ke lingkaran yang ada kelereng panjangnya 1 meter atau lebih tergantung dari kesepakatan para pemain. Pemain yang jalan terlebih dahulu adalah yang memiliki kelereng paling dekat dengan lingkaran. Tetapi jika lemparan kelereng masuk ke dalam lingkaran, maka si pemain harus membayar denda dengan menambah 1 buah kelereng ke dalam lingkaran tersebut. Jadi, melempar dari garis lempar juga harus hati-hati, salah lempar bisa kena denda. 
  - Selanjutnya para pemain harus berusaha menembak kelereng mereka masing-masing hingga mengenai kelereng yang ada di dalam lingkaran tersebut. Kalau kena, maka kelereng yang tergeser ke luar lingkaran menjadi milik pemain tersebut. Kalau kelereng sudah habis didapatkan pemain yang pertama, maka pemain itu dianggap menang, dan si pemenang harus mematikan kelereng para lawannya, dengan cara menembaknya hingga kena. Uniknya permainan ini adalah, kalau si pemenang gagal mematikan lawan-lawannya, maka sebaliknya giliran lawannya yang akan menembak kelereng si pemenang hingga kena. Apabila lawannya tersebut berhasil menembak dan mengenai kelereng si pemenang, maka otomatis hasil kemenangannya menjadi milik lawannya tersebut. Begitu juga apabila sebelumnya kelereng dalam lingkaran rata didapatkan oleh para pemain hingga habis, maka masing-masing pemain mendapat giliran untuk menembak kelereng lawannya satu sama lain hingga mati, dan otomatis hasil kemenangan akan berpindah tangan.
Permainan tradisional kelereng pot
 2. Permainan Kelereng Lubang Tiga. 
   Permainan kelereng jenis ini tidak mengandung unsur judi. Tetapi sungguhpun begitu, ada punishment atau hukuman bagi pemain yang paling terakhir menyelesaikan misi permainan.
   Adapun hal yang pertama kali harus dilakukan adalah membuat 3 buah lubang yang berbentuk lingkaran, lebih kurang seukuran telur ayam. Jarak antara satu lubang ke lubang yang lain lebih kurang 1 m atau bisa saja lebih sesuai kesepakatan diantara para pemain. Kegunaan dari lubang itu sendiri adalah tempat memasukkan kelereng tersebut. Kemudian ditentukan garis lempar, lagi-lagi sesuai kesepakatan diantara para pemain.
  Cara bermainnya adalah : 

  - Para pemain berdiri tepat di atas garis lempar, kemudian melemparkan kelerengnya ke arah lubang yang paling ujung, hingga jarak kelereng dan lubang menjadi dekat. Yang jalan lebih dulu ialah kelereng yang paling dekat dengan lubang. Kemudian pemain tersebut memasukan kelereng ke lubang pertama atau lubang satu. Jika kelereng tersebut masuk, si pemain tersebut dapat melanjutkan ke lubang kedua atau lubang dua. Jika si pemain gagal memasukkan kelerengnya ke lubang dua, maka giliran pemain selanjutnya yang jalan, begitu seterusnya hingga para pemain rata mendapat giliran jalan. Uniknya, dalam permainan ini, pemain baru bisa menembak lawannya setelah berhasil memasukkan kelerengnya ke lubang tiga. Jika pemain berhasil menembak kelereng lawannya, maka si lawan mendapatkan hukuman turun satu lubang dari lubang sebelum dia kena tembakan. Penjelasannya begini : jika si A baru berhasil masuk ke lubang tiga, dan ketika giliran pemain lain jalan dan berhasil menembak tepat mengenai kelerengnya, maka si A harus turun ke lubang dua menuju ke lubang tiga. Oh iya, dalam permainan ini, jumlah tingkatan lubang berjumlah enam tingkatan, yang harus diselesaikan oleh tiap-tiap pemain secara bolak-balik. Dan pemain yang pertama kali berhasil menyelesaikan hingga ke lubang enam, maka dialah pemenang pertamanya. Yang terakhir menyelesaikan misi permainan adalah yang kalah, hingga dia harus dihukum kelerengya ditembaki oleh pemain lain, hingga dia berhasil memasukkan ke salah satu lubang yang ada. 
Skema pola permainan kelereng lubang tiga
   Unik khan permainannya ?... Bagi pemain yang tidak bisa memasukkan kelerengnya ke dalam salah satu lubang karena ditembak-tembak terus oleh lawan-lawannya, maka di Pekanbaru dikenal dengan istilah AJAB POREH...
Permainan kelereng lubang tiga