Permainan Petak Umpet (Tonggak Dingin)

   Andraaa !!!... Abeeelll !!!... Ahaaa !!! Tonggak dingiiinnn... Ketahuan kalian... Ayo keluar !... Maka yang namanya disebutkan yaitu  si Andra dan Si Abell harus keluar dari persembunyiannya, dan mereka kalah. Hihihi... Begitulah kemeriahan anak-anak komplek di sore itu, mereka sedang bermain Petak Umpet atau yang oleh masyarakat Pekanbaru lebih dikenal dengan sebutan Permainan Tonggak Dingin (ntahlah apa sebabnya koq bisa dinamakan demikian, apa tonggak tempat penjaganya emang dingin, ntahlahhh, hahaha...). Tapi klo di luar negeri sono, permainan ini juga dikenal dengan sebutan permainan Hide and Seek. 
   Petak umpet adalah sejenis permainan sembunyi dan cari (Hide and Seek), yang biasa dimainkan oleh minimal 2 orang, yang umumnya dimainkan di luar ruangan. Permainan ini sangat menyenangkan, lucu dan terkadang bisa bikin menangis, apalagi jika kita kebagian jaga (cari) terus, gak pernah kebagian sembunyi. 

Cara bermainnya :
  Dimulai dengan melakukan Hompimpa untuk menentukan siapa yang menjadi "kucing" (berperan sebagai pencari teman-temannya yang bersembunyi). Si kucing ini nantinya akan memejamkan mata atau berbalik sambil berhitung dari 1 sampai 10, atau sesuai dengan kesepakatan bersama mengenai jumlah hitungannya. Biasanya si kucing akan menghadap tempat jaga yaitu bisa berupa tembok, pohon atau apa saja supaya dia tidak melihat teman-temannya bergerak untuk bersembunyi. Tempat jaga ini memiliki sebutan yang berbeda di setiap daerah, contohnya di beberapa daerah di Jakarta ada yang menyebutnya INGLO, di daerah lain ada yang menyebutnya BON dan ada juga yang menamai tempat ini dengan sebutan HONG. Nah, klo di Pekanbaru, tempat jaga ini lebih dikenal dengan sebutan Tonggak Dingin
Oke kita lanjutkan, setelah hitungan ke sepuluh (atau hitungan yang telah disepakati bersama, misalnya jika wilayahnya terbuka, hitungan biasanya ditambah menjadi 15 atau 20) dan seluruh teman-temannya telah  bersembunyi, mulailah si kucing beraksi mencari teman-temannya tersebut.
   Jika si kucing menemukan temannya, maka ia harus menyebutkan nama temannya tersebut sambil menyentuh tempat jaga atau tonggak dingin, dan berteriak menyebutkan kata "TONGGAK DINGIN". Apabila si kucing hanya meneriakkan namanya saja, tanpa menyentuh tonggak dingin tersebut,  maka si kucing dianggap kalah dan si tikus yang dicari yang jadi pemenangnya hingga dia bebas untuk bersembunyi pada kesempatan berikutnya. Nah, ada yang lebih seru lagi, yaitu pada saat si kucing berusaha menemukan teman-temannya yang bersembunyi, dan salah satu lawan si kucing yang lagi bersembunyi (yang statusnya masih sebagai target operasi atau belum ditemukan) dapat mengendap-endap menuju tempat jaga/tonggak dingin, dan berhasil menyentuhnya, maka teman yang telah berhasil menyentuh tonggak dingin ini memiliki kekebalan untuk tidak menjadi kucing pada giliran berikutnya, atau pada saat semua teman-teman yang bersembunyi telah ditemukan oleh si kucing, dan pada saat dilakukan penunjukan siapa yang akan menjadi kucing pada giliran selanjutnya, maka ia terbebas dari hukuman itu. 
  Proses penunjukan siapa yang akan menjadi kucing selanjutnya adalah dengan cara teman-teman yang bersembunyi dan sudah ditemukan berbaris di belakang si kucing yang menutup matanya menghadap tempat jaga/tonggak dingin. Selanjutnya si kucing tinggal menyebutkan urutan barisan teman-temannya itu secara acak sesuai keinginannya, dan bagi siapa yang tepat pada urutan yang disebut si kucing, maka dialah yang akan menjadi kucing, yang selanjutnya akan bertugas menjaga dan mencari teman-temannya yang akan bersembunyi. Dan apabila pada saat penunjukan urutan si kucing mengenai teman yang memiliki kekebalan hukuman, maka penunjukan diulang lagi, hingga didapat teman yang akan menjadi pengganti kucing penjaga pada giliran berikutnya. 

   Permainan ini bisa melatih anak beradu kecerdasan, kecermatan, dan kejelian. Anak-anak dilatih berfikir mencari tempat yang tepat untuk bersembunyi dan bagaimana cara bersembunyi untuk menghindar dari orang mencarinya. Permainan ini juga menjadikan anak lebih kuat dan tangkas secara fisik. Selain itu memberikan pendidikan pada anak untuk bermain sportif, jujur, dan kreatif.