Si Unyil

   Hompimpaaa... Unyil kucing !!!... Te nonet to net toneettt... Te nonet to net toneettt... Hahaha... Itulah intro film yang paling melegenda di masa kita kecil dulu, era 80-an hingga 90-an. Intro yang paling ditunggu-tunggu tiap pagi minggu sekitar jam setengah delapan pagi. Masa itu, pastilah anak-anak kecil udah pada standbye di depan tipi di rumah masing-masing. Udah siap mandi, udah siap sarapan pagi.
   Film Boneka Si Unyil adalah salah satu ikon tahun 80-an yang sangat terkenal pada eranya. Film Boneka Si Unyil adalah film seri televisi asli buatan anak bangsa yang diproduksi oleh PPFN (Pusat Produksi Film Negara), yang mengudara setiap hari Minggu pagi di Stasiun TVRI selama rentang tahun 1981 hingga tahun 1993. Kemudian sempat tayang tiap hari Minggu pagi di Stasiun RCTI selama rentang tahun 2002 hingga awal tahun 2003, dan selanjutnya berpindah ke Stasiun TPI pada pertengahan tahun 2003 hingga akhir tahun 2003 setiap hari Minggu sore pukul 16.30 WIB.
   Adapun tokoh boneka Si Unyil itu sendiri diciptakan oleh seorang seniman Indonesia yaitu Drs. Suyadi (Alm), seorang animator yang gambar-gambarnya juga terdapat di buku pelajaran Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka pada era tahun 80-an, dengan tokoh utamanya kakak beradik Ima, Arman, dan Andi... Masih ingaaattt ?... 
Tokoh Ima, Arman, dan Andi dalam Buku Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka era tahun 80-an
Film ini sebenarnya ditujukan untuk kalangan anak-anak. Film boneka Si Unyil ini menceritakan kisah tentang seorang anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar, yang pada akhirnya setelah bertahun-tahun lamanya baru bisa mencapai posisi Sekolah Menengah Pertama, hihihi..., yang bernama Unyil, yang artinya "kecil" atau "mungil". Film ini tidak hanya menceritakan tentang kehidupan Si Unyil, tetapi juga teman-temannya, dan seluruh warga desa tempatnya tinggal. Diceritakan bahwa Si Unyil adalah seorang anak yang tinggal di desa Sukamaju, yang memiliki kehidupan khas pedesaan yang masih kental menganut azas kekeluargaan dan kegotongroyongan. Dalam film ini, tidak jarang kita akan disuguhkan oleh cerita dan petualangan Si Unyil bersama teman-temannya, baik itu cerita tentang tersesatnya mereka di hutan atau cerita tentang petualangan mereka ketika bertemu raksasa.  
 Tokoh Si Unyil itu sendiri telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur serial ini, mulai dari lagu temanya yang dimulai dengan kata-kata “Hompimpaaa, Unyil kucing...!”, sampai tokoh-tokoh seperti Pak Raden yang pemarah dan Pak Ogah yang suka meminta uang dengan jargon terkenalnya “Cepek dulu dong...!” yang begitu melegenda.
   Film ini pernah dicoba diangkat kembali lagi oleh PPFN dengan bantuan Helmy Yahya pada tahun 2001, dengan meninggalkan sedikit atribut lama dan memakai beberapa atribut baru yang lebih segar agar sesuai dengan zamannya, akan tetapi usaha itu gagal tidak membuahkan hasil.
   Pada rentang tahun 2007, atas perintah Chairul Tanjung sebagai CEO Transcorp, film ini dihidupkan kembali dengan nama Laptop Si Unyil, dengan mengusung format film dokumenter ringan, yang pasti sangat berbeda dari yang pernah ada sebelumnya, yang ditayangkan di Trans7 hingga sekarang. Semua karakter boneka lama dipertahankan, kecuali ada penambahan beberapa karakter dan jargon baru seiring berjalannya roda zaman, seperti ucapan Pak Ogah yang sangat terkenal yaitu: "cepek dulu dong..." kini berubah menjadi: "gopek dulu dong...". Dalam format acara Laptop Si Unyil, Si Unyil tetap didampingi oleh teman-temannya dalam membahas segala sesuatu hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, yang tetap disampaikan secara lugas dan ringan. ^^