Patok Lele

Taktuk ! taktuk ! tak ! Begitu kira-kira ilustrasi bunyi yang dihasilkan dalam permainan ini, Permainan Patok Lele namanya. Konon kabarnya permainan ini berasal dari daerah Lampung, begitu pula dengan awal perkembangannya. Adapun istilah Patok Lele itu sendiri berasal dari bahasa Sunda, yang berarti memukul Ikan Lele. Ikan lele adalah salah satu ikan yang mempunyai kepala dengan tekstur yang agak keras, dan di samping kanan dan kirinya terdapat sengat (patil) yang cukup berbahaya. Jadi kebiasaan orang-orang dulu, sebelum ikan lele dimasak untuk dijadikan lauk-pauk, terlebih dahulu ikan lele tersebut dilumpuhkan dengan cara memukul/mematok kepalanya hingga ikan itu mati. Dari sinilah timbul inspirasi masyarakat untuk menciptakan permainan patok lele ini. Permainan ini dilakukan oleh pemain yaitu sepasang anak laki-laki (atau perempuan) dan juga boleh lebih yang terdiri dari 2 - 3 pasang. Diperlukan areal yang cukup luas berupa tanah lapang dengan ukuran ± 20 m x 20 m. Di pinggir lapangan dibuat lubang bentuk memanjang dengan ukuran 10 cm x 4 cm dan dalamnya 4 cm, sebagai lubang tempat diletakkannya tongkat lele.
Alat yang digunakan :
1. Kayu dengan panjang ± 45 cm dengan diameter 2 cm sebagai Tongkat Patok (tongkat pemukul), dan kayu dengan panjang ± 14 cm yang berdiameter 2 cm sebagai Tongkat Lele (tongkat yang dipukul).
Ada 3 tahap dalam permainan ini, yaitu :
1. Bermain dengan cara mencongkel, dimana tongkat lele ditaruh melintang dekat ujung lubang yang menghadap ke arah lapangan permainan. Kemudian dengan menunduk ke arah lubang, si A memegang pangkal tongkat patok, dan dengan sekuat tenaga si A mencongkel tongkat lele tersebut ke arah muka di mana si B sudah berdiri berhadapan dengan si A, dan bersiap-siap menyambut untuk menangkapnya pada jarak sekitar ± 15 meter di depan si A. Bila si B tidak berhasil menangkap tongkat lele, maka si A tetap bermain. Si A menaruh tongkat patok melintang di atas lubang dan si B melempar tongkat patok tersebut ke arah tongkat lele yang berhasil ditangkapnya. Kalau lemparan si B berhasil mengenai tongkat patok itu, maka si A dinyatakan mati, lalu si B yang bermain menggantikan posisi si A.
Bermain Patok Lele dengan Cara Mencongkel
2. Bermain dengan cara memukul beberapa kali. Dalam tahap ini permainan ini dilakukan dengan cara : si A berdiri dekat lubang memegang pangkal tongkat patok dan tongkat lele ditaruh di atasnya dalam keadaan seimbang. Sambil berjalan menjauhi lubang tempat memukul, si A menyentakan ke atas tongkat lele tadi, kemudian disambut dengan pukulan tongkat patok ke atas lagi dengan pukulan yang perlahan-lahan agar dapat disambutnya kembali dengan pukulan. Semakin sering kayu lele tersebut dapat disambut dengan pukulan-pukulan ke atas kembali maka hal ini akan semakin baik. Sementara itu si B berusaha merebut untuk menyambut tongkat lele yang terlontar ke atas itu, apabila si B berhasil menyambutnya permainan si A dinyatakan mati, kemudian digantikan oleh si B, sementara si B mendapat nilai atas tangkapannya itu
Bermain dengan Cara Memukul Beberapa Kali
3. Matok artinya memukul tongkat lele pada lubang. Bila pada tahap kedua (ngetek) si A belum berhasil mendapat nilai yang disepakati sedang permainannya belum mati, maka dilanjutkan dengan permainan tahap matok. Matok disini dimaksudkan adalah memukul tongkat lele dengan diletakkan pada lubang permainan, dimana tongkat lele tersebut sebagian berada dalam lubang yang disandarkan miring ke arah depan lapangan permainan sedang yang sebagian lagi berada di luar lubang. Kayu yang di luar lubang inilah yang harus dipukul sehingga tongkat lele tersebut melambung ke atas, kemudian si A harus dapat memukul kembali. Bila tongkat lele dapat disambut si B, maka permainan si A dinyatakan mati sebagaimana tahap-tahap sebelumnya.
Bermain dengan Cara Matok
     Kemudian dari permainan tahap 1 sampai tahap 3 dihitung jumlah nilai yang didapat, bila nilai telah mencapai ketentuan permainan, maka ia dinyatakan sebagai pemenang. Permainan ini juga dapat dilakukan oleh grup/kelompok. Permainan dilakukan 1 orang sedang grup penjaga dilakukan oleh semua anggota. Apabila pemain pertama mati, maka diganti pemain berikutnya dalam grup itu sampai semuanya mendapat giliran. Begetttooohhh... ^^