Permainan Tradisional Bongkar Pasang Orang-orangan

Di zaman sekarang ini, udah begitu banyak permainan tradisional yang dilupakan. Semua sudah tergeser dengan permainan kekinian yang canggih-canggih dan lebih mengasyikkan.  Mungkin saja ada sebagian dari kita selaku orang tua yang menganggap bahwa permainan tradisional itu adalah permainannya orang kampung alias Dolanan Cah Ndeso. Orang tua zaman sekarang lebih memilih permainan modern untuk anak-anak mereka, karena permainan itu lebih mengasyikkan dan tidak ketinggalan zaman. Tetapi apakah para orangtua berpikir bahwa memberikan permainan yang dianggapnya modern akan lebih bermanfaat untuk anak-anaknya, padahal banyak dari permainan modern itu sendiri memiliki pengaruh negatif terhadap karakter anak, dan dapat menggerus sisi kreatifitas dari anak itu sendiri.
Sobat 90'an, masih ingat gak dengan sebuah permainan masa kecil kita dulu yang kita kenal dengan permainan bongkar pasang ? Tentu saja sebagian dari kita yang pernah mengecap permainan ini akan selalu ingat bahwa di masa kecil dulu kita pernah memainkannya. Permainan boneka plus baju-baju yang fashionable terbuat dari kertas ini biasanya dimainkan oleh anak perempuan. Jika dibandingkan dengan zaman sekarang, permainan bongkar pasang hampir sama dengan permainan boneka barbie yang bisa bergonta-ganti baju, model rambut, dan aksesori sesuai keninginan kita, hanya saja bedanya terletak pada bahan pembuatnya yaitu kertas. Bahkan permainan bongkar pasang ini bisa menimbulkan sisi kreatif dari anak-anak yang memainkannya, karena permainan ini dapat dibuat sendiri bagi yang kreatif. Bahkan kalo kita pikirkan lagi, permainan boneka barbie yang dianggap permainan modern pun kini telah digantikan oleh permainan boneka digital yang ada di komputer, telepon pintar, dan gadget-gadget terbaru masa kini. Yang jadi pertanyaan sederhanya adalah apakah anak-anak perempuan masa kini mengenal permainan bongkar pasang ini ? Dengan munculnya fenomena gadget seperti sekarang ini, bisa dipastikan permainan ini hanya tinggal kenangan yang tergiling oleh roda zaman.
Permainan bongkar pasang merupakan salah satu permainan tradisional yang (mungkin) saat ini sudah menghilang, dan hal ini sungguh teramat sangat disayangkan. Kenapa ? Ya karena sebenarnya permainan bongkar pasang itu sendiri merupakan bentuk permainan yang murah meriah dan tergolong sebagai permainan tidak berbahaya, serta bisa melatih kreativitas anak-anak yang memainkannya. Selain itu, permainan ini juga bisa membantu anak-anak untuk dapat bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya.
Permainan bongkar pasang ini terbuat dari kertas yang pada awal dibeli berupa lembaran kertas bergambar karakter orang, baik itu karakter ayah, ibu, anak remaja, bayi, dan sebagainya, disertai dengan gambar beraneka macam baju untuk berbagai aktivitas. Gambar-gambar itu bisa langsung dilepas lalu dimainkan. Sebagai pendukung, anak-anak bisa menggunakan kotak kemasan sabun sebagai tempat tidur dan karton-karton bekas untuk kursi dan meja serta peralatan rumah tangga lainnya. Permainan bongkar pasang bisa juga dimainkan sendiri, tapi akan lebih seru jika dimainkan oleh beberapa orang. Setiap anak perempuan yang bermain akan bermain peran sebagai tokoh yang diinginkan dalam rumah rekaan mereka sendiri.
Kreativitas anak-anak terasah dalam permainan ini. Bahkan anak-anak yang kreatif dapat membuat mainan bongkar pasangnya sendiri. Anak-anak dapat juga bermain peran berganti-ganti pakaian sesuai dengan fungsinya. Misalnya, ada pakaian khusus untuk ke kantor, liburan ke pegunungan, pakaian untuk tidur, pakaian untuk liburan ke pantai, pakaian pesta, dan masih banyak lagi. Dalam aktivitas ini, secara tidak langsung anak-anak belajar tentang kepantasan cara perpakaian. Dan, apa yang didapat dari pendidikan orangtuanya dapat terlihat jelas dari cara bermain peran anak-anak ini.
Setiap permainan anak, baik itu permainan tradisional atau permainan modern sekali pun, selain memberikan manfaat positif bagi anak, dapat juga memberikan dampak negatif. Nah, dalam hal ini peran orangtua sangatlah penting. Permainan apapun yang dimainkan oleh anak, orangtua harus proaktif menjadi pendamping yang hebat untuk anak, dan siap menjaga anak dari akibat negatif dari permainan itu sendiri.