Permainan Tradisional Lompat Tali (Permainan Tali Merdeka)

Rata-rata anak tahun 90’an atau bahkan anak-anak zaman sekarang pasti kenal dengan permainan yang satu ini. Sebuah permainan yang begitu melegenda buat anak-anak 90'an. Permainan yang hingga kini masih dimainkan oleh sebagian anak-anak generasi kekinian. Sebuah permainan tradisional yang menggunakan karet sebagai media utamanya, yang disimpul satu sama lain, hingga panjangnya bisa mencapai 2 sampai 3 meter.  Klo ada yang tau, silahkan tunjuk tangan... Ya benar, permainan ini acapkali dikenal dengan sebutan “Permainan Lompat Tali” atau yang biasa kita sebut “Permainan Lompat Karet”, atau biasa orang-orang di Kota Pekanbaru menyebutnya dengan nama “Permainan Tali Merdeka”. Diduga penamaan permainan ini menjadi “Permainan Tali Merdeka” ada kaitannya dengan tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan oleh pemain itu sendiri, khususnya pada saat melakukan lompatan yang terakhir. Pada lompatan yang terakhir ini, tali direnggangkan oleh pemegangnya setinggi rentangan tangan ke atas, dengan mengepalkan tangan yang diacungkan ke udara. Kepalan tangan tersebut hampir mirip dengan apa yang dilakukan oleh para pejuang kita dahulu ketika mengucapkan kata merdeka. Gerakan tangan yang menyerupai simbol kemerdekaan itulah yang kemudian dijadikan sebagai nama permainan ini. Kapan dan dari mana permainan ini bermula sulit diketahui secara pasti, namun terdapat beberapa dugaan bahwa permainan ini muncul sejak zaman penjajahan kolonial dulu, yang seringkali dimainkan oleh anak-anak pembesar Belanda di halaman rumah mereka masing-masing.

Meskipun di beberapa daerah permainan ini memiliki nama dan sebutannya masing-masing, tetapi maksud dan tujuannya sama. Saya yakin sebagian dari kita pernah memainkannya sewaktu masa kanak-kanak dulu. Mudahnya alat yang digunakan, membuat permainan ini juga mudah ditemukan hampir di seluruh wilayah tanah air. Permainan tali merdeka ini sangat identik dengan kaum perempuan, walaupun tidak jarang anak laki-lakipun ikut serta dalam permainan ini. 
Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah karet-karet gelang yang dianyam memanjang. Cara menganyamnya adalah dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3 - 4 meter. Karet-karet tersebut berbentuk bulat seperti gelang yang banyak terdapat di pasar-pasar tradisional. Karet tersebut tidak dijual perbuah, melainkan dalam bentuk satuan berat (gram, ons, dan kilo).
Fungsi karet pada umumnya adalah sebagai pengikat plastik-plastik pembungkus makanan, pengikat rambut dan barang-barang lainnya yang tidak membutuhkan pengikat yang kuat, karena karet akan mudah putus jika dipakai untuk mengikat terlalu kuat pada suatu benda. Oleh karena itu, sewaktu membuat anyaman untuk membentuk tali karet, diperlukan dua buah karet yang disambungkan dengan dua buah karet lain agar tidak lekas putus oleh anggota tubuh pemain yang sedang melompat. Ada kalanya karet-karet tersebut dianyam dengan menyimpulkan 3 - 4 buah karet sekaligus, agar tali menjadi semakin kuat dan dapat dipakai berkali-kali.
     Untuk memainkan permainan ini dibutuhkan minimal 4 orang anak. Pertama harus ada dua pemain yang memegang karet di kedua belah sisi yang saling berhadapan. Pemain yang tidak memegang karet harus melompati karet tersebut. Biasanya untuk menentukan siapa yang memegang karet duluan dilakukan hompimpa. Permainan tali merdeka tergolong sederhana karena hanya melompati anyaman karet dengan ketinggian tertentu. Jika pemain dapat melompati tali-karet tersebut, maka ia akan tetap menjadi pelompat hingga merasa lelah dan berhenti bermain. Namun, apabila gagal sewaktu melompat, pemain tersebut harus menggantikan posisi pemegang tali hingga ada pemain lain yang juga gagal dan menggantikan posisinya.
    Ada beberapa tahap posisi dalam bermain permainan tali merdeka, yaitu :
1. Tali berada pada batas lutut pemegang tali, pada posisi ini pelompat tidak boleh mengenai tali.
2. Tali berada sebatas pinggang. Pada posisi ini, ketika melompat pemain masih tidak boleh mengenai tali karet sebab jika mengenainya, maka ia akan menggantikan posisi pemegang tali.
3. Posisi tali berada di dada pemegang tali (pada posisi yang dianggap cukup tinggi ini pemain boleh mengenai tali sewaktu melompat, asalkan lompatannya berada di atas tali dan tidak terjerat.
4. Posisi tali sebatas telinga.
5. Posisi tali sebatas kepala.
6. Posisi tali satu jengkal dari kepala.
7. Posisi tali dua jengkal dari kepala.
8. Posisi tali seacungan atau sehasta pemegang tali. Nah pada posisi inilah yang disebut dengan posisi "merdeka", cikal bakal nama permainan.
Permainan ini mengandung nilai kerja keras, ketangkasan, kecermatan dan sportivitas. Nilai kerja keras tercermin dari semangat pemain yang berusaha agar dapat melompati tali dengan berbagai macam ketinggian. Nilai ketangkasan dan kecermatan tercermin dari usaha pemain untuk memperkirakan antara tingginya tali dengan lompatan yang akan dilakukannya. Ketangkasan dan kecermatan dalam bermain hanya dapat dimiliki, apabila seseorang sering bermain dan atau berlatih melompati tali merdeka. Sedangkan nilai sportivitas tercermin dari sikap pemain yang tidak berbuat curang dan bersedia menggantikan pemegang tali jika melanggar peraturan yang telah ditetapkan dalam permainan. ^^