Oshin (TVRI 80-an)

  
    Jepang di tahun 1907. Saat itu sedang berlangsung musim dingin yang teramat sangat. Salju turun dimana-mana, yang begitu tebal menutupi bumi. Di sebuah pondok, seorang gadis kecil yang cantik berusia sekitar 7 tahun sedang makan dengan lahapnya sambil sesekali menggoda adiknya yang masih kecil. Si gadis kecil tertawa riang menyuap nasi ke dalam mulutnya, dan terkadang dia menyuapkannya pada sang ibu yang duduk tersenyum di sampingnya. Kala itu, suasana begitu hangat di tengah tebalnya salju yang turun menutupi bumi. Selepas makan, sang ayah Shakuzo yang sejak tadi hanya diam mendadak mengucapkan kalimat yang sangat mengejutkan, “Kamu harus bekerja di kota !!!, kamu harus menghasilkan uang buat keluarga kita !!!, agar kita bisa makan dengan layak, dan terhindar dari kelaparan !!!...”, begitu ucapan sang ayah yang ditujukan pada si gadis kecil.
    Tentu saja si gadis kecil yang sedang makan itu sangat terkejut mendengar perkataan ayahnya, dengan intonasi yang keras dan tidak seperti biasanya. Begitu juga dengan sang ibu, yang terkejut bukan kepalang mendengar ucapan sang suami kepada anaknya yang masih kecil. Dan memang, kala itu sia-sia saja upaya sang ibu untuk mengubah pendirian sang ayah.  Keputusannya sudah bulat.  Kemiskinan yang mendera kehidupan mereka, sudah membuat sang ayah tega menyuruh anaknya yang masih kecil bekerja jauh di kota.  Kemiskinan ini pula kiranya yang telah membuat sang ibu tega berupaya menggugurkan kandungannya dengan cara berendam di sungai dengan kondisi air yang sangat dingin.
    Ya, si gadis kecil yang cantik itu lebih dikenal dengan nama "OSHIN", dan sepenggal kisah pilu di atas adalah merupakan adegan pembuka dari sebuah film daur ulang dari sebuah drama fenomenal di tahun 80-an dengan judul “Oshin”.  Dulu, serial drama ini pernah diputar di TVRI sekitar jam 17.30 WIB. Saya tidak begitu ingat berapa lama serial ini diputar di TVRI. Mungkin ada sekitar 3 tahun dengan jadwal tayang seminggu sekali, hingga menjadikan serial drama ini menjadi salah satu tontonan yang sangat ditunggu-tunggu masyarakat pada masa itu. 
    Serial Oshin berkisah tentang seorang gadis kecil bernama Oshin(dengan nama asli Shin Tanokura) yang rela bekerja di kota menjadi pengasuh bayi agar keluarganya bisa tetap makan dengan layak. Perjalanan hidup Oshin kecil dipenuhi kisah sedih dan pilu. Tetapi Oshin tetap tegar dalam menjalani hari-harinya. Dikisahkan bahwa Shakuzo ayah Oshin mengirimkan Oshin kecil bekerja di sebuah toko beras milik orang tuanya Kayo yang tidak lain adalah salah satu teman Oshin yang selalu memusuhi Oshin di masa kecilnya. Namun di usia remaja, Oshin dan Kayo malah menjadi sahabat erat. Tidak jarang, Oshin kecil harus mengerjakan pekerjaan ganda, bekerja di toko beras sekaligus menjadi mengasuh bayi adiknya Si Kayo. Oshin baru bisa makan apabila keluarga Kayo sudah makan, itupun kalo ada sisa nasi yang banyak, maka kenyanglah perutnya hari itu. Atau kalo tidak, maka ia harus makan seadanya sisa dari makanan Keluarga Kayo tersebut. Terkadang, Oshin kecil harus rela memunguti butir-butir beras di toko, dan mengumpulkannya untuk dibawa pulang dan dimakan oleh keluarganya di kampung. Oshin kecil tetap tersenyum dan bersemangat dalam menghadapi kehidupannya, hingga ia beranjak menjadi gadis yang cantik dan menikah dengan seorang pemuda yang bernama Ryuzo. Bersama Ryuzo inilah Oshin mulai merintis usaha warung klontongnya hingga sedikit demi sedikit menjadi usaha yang besar dan berkembang. 
    Serial Drama Oshin diangkat dari kisah nyata perjalanan hidup seorang Shin Tanokura, seorang raja retail pemilik kerajaan bisnis supermarket di Negeri Sakura sana. Sifat Oshin yang pantang menyerah dan selalu ingin menjadi orang yang bermanfaat sangat bagus untuk kita jadikan contoh dan panutan. Semangat pantang menyerahnya dalam menghadapi kehidupan inilah, yang telah memberikan motivasi yang positif kepada orang banyak, khususnya masyarakat pencinta Serial Drama Oshin ini. Kereeennn... ^^