Lion Maru (Lion Man)

     Dulu di era tahun 80-an hingga 90-an, pernah ada sebuah film yang berkisah tentang seorang pengelana yang bisa berubah menjadi pahlawan berwujud manusia singa yang menunggangi seekor kuda putih bersayap. Film ini tidak pernah ditayangkan di TVRI sebagai satu-satunya stasiun televisi yang ada di Indonesia pada masa itu. Film ini hanya bisa ditonton dengan membeli atau menyewa kasetnya di tempat penyewaan Kaset Video Player Betamax. Nah, film apakah itu ? Sobat anakmasa90an ada yang tau ?. Yapzzz bener, film itu bernama Film Lion Man atau dalam versi asli Bahasa Jepangnya bernama Film Kaiketsu Lion Maru. Film ini dibuat oleh P Productions, yang terdiri dari 54 episode, dan merupakan hasil kerjasama dengan Stasiun Televisi Fuji, dan disiarkan di Jepang mulai tanggal 1 April 1972 sampai dengan tanggal 7 April 1973.
     Dalam film ini dikisahkan bahwa pada sekitar akhir tahun 1500-an, Jepang berada di tengah kecamuk perang saudara yang berkepanjangan. Di masa itu terbentuk kelompok-kelompok yang berniat menyatukan Jepang untuk memelihara perdamaian, namun ada pula yang mencoba mengeruk keuntungan dari konflik yang terjadi untuk memperkuat diri dan kelompok mereka sendiri. 
     Tersebutlah tiga orang anak yatim piatu, seorang pemuda yang bernama Shishimaru, dengan seorang gadis yang bernama Saori, serta seorang anak kecil yang bernama Kosuke. Mereka bertiga melakukan pengembaraan untuk menolong orang-orang dari petaka yang ditimbulkan oleh Akuma Gosun atau yang lebih dikenal dengan nama Devil Gosun.
Tiga Pengembara Shisimaru, Soari dan Kosuke
     Dalam pengembaraannya, Shishimaru membawa dua bilah pedang. Sebilah pedang biasa untuk melawan sebagian besar musuhnya di medan pertempuran, dan sebilah lagi yang berupa pedang ajaib yang diberikan oleh gurunya Osho-sama. Dengan pedang ajaib tersebut, Shishimaru dapat berubah wujud menjadi sesosok manusia singa yang disebut Kaiketsu Lion Maru. Shishimaru biasanya menggantung pedang ini di punggungnya. Pedang itu dikunci dengan rantai pada sarungnya, dan hanya dapat dibuka ketika Shishimaru mengucapkan mantera, 
"Kaze O ! 
Hikari O ! \
Ninpo !
Shishi-Hengen !" 
(Angin !, Cahaya !, Kemampuan Ninja !, Berubah Menjadi Singa !)
     Diceritakan bahwa pedang tersebut memiliki kehendaknya sendiri dan tidak selalu berkenan dibuka pada awalnya, dan dia hanya patuh pada tuannya yang memiliki niat baik dan hati mulia. Jurus pamungkas Lion Maru adalah Lion Hikou-Giri, dimana Lion Maru akan melompat ke udara dan membelah monsternya setelah terjun deras menghunjam dari atas. Setelah membelah monster, maka Lion Maru akan menarik turun tangannya perlahan di bagian belakang pedang ajaibnya, dan ketika tangannya menyentuh gagang, monster itu pun meledak. Lion Maru juga memiliki kekuatan untuk meniupkan angin kencang ke arah monster (Ninpo Hurricane) serta memanaskan pedangnya. Setelah mengalahkan monster, Lion Maru menyarungkan pedang dan ia kembali berubah kembali menjadi Shishimaru. 
     Sementara itu, tokoh Saori adalah sosok yang sangat cekatan dan terampil, kadang ia berhasil merebut pedang lawan dan bertarung dengan dua tangan menggunakan pedangnya sendiri yang diberikan oleh Osho-sama, dan pedang lawan di tangan satunya lagi.
     Kepada Kosuke Osho-sama membekalinya sebuah seruling ajaib, yang apabila ditiup dapat memanggil kuda putih bersayap seperti pegasus yang bernama Hikarimaru. Seruling ajaib tersebut juga dapat digunakan sebagai sumpit, salah satu senjata andalan Kosuke. Selain itu, Kosuke kemana-mana selalu membawa persediaan bubuk hitam yang digunakannya untuk membuat bom-bom berukuran kecil.
     Hikarimaru dikendarai oleh Shishimaru atau Lion Maru. Diceritakan bahwa Hikarimaru adalah wujud fisik representasi dari arwah Osho-sama, yang selalu menyertai pengembaraan mereka bertiga.
     Lion Maru bertempur melawan Akuma Gosun alias Devil Gosun. Setelah seluruh anak buah andalannya terbunuh, Gosun memilih seorang pejuang manusia yang bernama Jonosuke, untuk diberikan pedang ajaib agar dapat berubah seperti Lion Maru, namun dalam wujud seekor harimau, yang diberi nama Tiger Jo.
Lion Maru dan Tiger Jo
     Sejak masih kanak-kanak, Jonosuke telah mengembangkan kecakapan berpedang yang hebat, tetapi ia tak pernah belajar mengasihani atau memiliki rasa iba. Bahkan saat latihan dengan pedang kayu, secara brutal ia memukuli teman berlatihnya padahal sudah jatuh kalah. Pada akhirnya, ia yang mendambakan kekuatan membunuh gurunya sendiri. Gerakan Jonosuke sangat cepat hingga ia dapat melemparkan sarung pedangnya ke udara dan membunuh tiga orang sebelum sarungnya kembali menutupi pedangnya.
     Ketika dipilih oleh Devil Gosun sebagai andalannya yang terakhir, Jonosuke menerima pedang ajaib dan diberi tugas untuk membunuh seseorang yang belum pernah ditemuinya dan tanpa alasan apapun, yaitu Lion Maru. Namun di penghujung kisah, sebagai Tiger Jo ia berbalik menjadi sahabat Lion Maru dan bertempur bersama melawan Gosun. Sayang dia harus tewas ditembak anak buah Gosun yang baru. Lion Maru sendiri pada akhirnya setelah berkali-kali gagal mengalahkan Gosun mendapatkan petunjuk untuk terbang bersama Hikarimaru memasuki mulut Gosun raksasa dan meledakkan diri bersama Gosun. Stelah kematian Lion Maru di dalam mulut Gosun, tinggallah Saori dan Kosuke yang melanjutkan pengembaraan membela kebenaran dan keadilan. Begitcyuuuhhhh.... ^^