Permainan Kapal-kapalan dari Seng (Kapal Otok-otok)

     Di arena Car Free Day Jl. Diponegoro Pekanbaru, pagi itu saya bawa anak dan istri jojing sambil nyuci mata. Sambil plangak plongok sana sini, sampailah kami di sebuah tempat dimana ada orang yang berjualan mainan Kapal-kapalan dari Seng, serupa mainan kapal-kapalan di masa saya kecil dulu. Bentuknya lumayan bagus, yang dicat warna-warni dengan warna yang menarik. Mainan ini bisa mengambang di atas air, berputar-putar di dalam baskom dan mengeluarkan suara "Otok-otok otok-otok...". Naaahhh kalo udah gini, biasanya kita bakal mantengin tu kapal dalam baskom air yang mutar-mutar lebih kurang 20 menit lamanya. Keberadaan mainan khas era jadul ini sering ditemukan di saat moment-moment insidentil semacam pasar malam, pasar kaget atau bahkan di arena CFD.
    Tentang awal kemunculan dari mainan ini sendiri tidak bisa diketahui persis siapa penemunya, bahkan sejak kapan mainan ini ada tidak ditemukan sumber yang bisa menjawabnya. Yang jelas, di masa kanak-kanakku dulu mainan ini sudah ada. Ya, pada saat itu era tahun 80-an hingga tahun 90-an mainan kapal-kapalan dari kaleng ini sangat populer. 
     Sejak zaman jadul hingga zaman kekinian sekarang, tampilan fisik mainan yang satu ini masih sama seperti dahulu, tidak banyak berubah. Bahkan pengoperasiannya pun tetap sama, yaitu dengan prinsip dasar penguapan air yang dimasukkan di ruang yang terbuat dari dua lembar plat yang disatukan dengan diberi ruang untuk menempatkan air di dalamnya. Hasil dari uap panas yang keluar tersebut menghasilkan daya gerak yang mendorong kapal-kapalan tersebut. Untuk apinya bersumber dari wadah bersumbu yang dituangkan minyak tanah, bisa juga minyak makan atau bahan bakar cair lainnya semisal alkohol. Daya yang keluar bisa menggerakkan kapal ditandai dengan bunyi khas yang dikeluarkan oleh mainan ini, "Otok-otok otok-otok...".  Bentuk dan pola pengoperasiannya tidak berubah, hanya harga saja yang berubah, dan itu pasti, karena menyesuaikan kondisi zaman, dan yang pasti tetap saja masih aja terjangkau untuk semua kalangan. Dengan uang Rp 20.000, mainan itu sudah bisa dibawa pulang untuk langsung dimainkan.
     Mainan jadul nan asyik ini, tidak direkomendasikan untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun. Hal ini disebabkan karena permainan ini terbuat dari seng, yang memiliki pinggiran tajam, yang bisa menyebabkan luka. Begitchyuuu... ^^