Permainan Tarik Tambang

     Permainan Tarik Tambang adalah permainan yang melibatkan dua regu, dengan 5 atau lebih anggota pemain tiap-tiap regunya. Dua regu bertanding dari dua sisi yang berlawanan, dan semua pemain memegang erat sebuah tali tambang. Dua regu saling berhadap-hadapan. Di tengah-tengah terdapat pembatas diantara kedua regu yang berupa garis pemisah. Masing-masing regu memegang erat sebuah tali tambang berdiameter ± 1,5 Inchi, yang terbuat dari bahan rami goni ataupun plastik. Masing-masing berupaya menarik tali tambang tersebut dengan sekuat mungkin agar regu lawan melewati garis pembatas. Regu yang tertarik melewati garis pembatas dinyatakan kalah.
     Strategi permainan tarik tambang ini terletak pada penempatan posisi pemain, kekuatan tarik dari tiap pemain, dan pertahanan terhadap tumpuan kaki di tanah. Umumnya pemain dengan kekuatan paling besar ataupun yang berbadan paling besar ditempatkan pada ujung tali, yang bertujuan untuk menahan ujung tali saat bertahan, ataupun melakukan hentakan pada saat penarikan tali yang dapat membuyarkan pertahanan lawan. 
     Dulu ketika Bangsa Indonesia masih berada di zaman penjajahan Belanda, penggunaan tali tambang yang besar biasa dilakukan oleh bangsa kita dalam beberapa pekerjaan, semisal ketika akan menarik benda berat seperti batu, pasir, ataupun pekerjaan lainnya, bangsa kita biasa menggunakan tali tambang yang ditarik secara bersama-sama. Dengan perkembangan zaman pada masa itu, dan akibat kurangnya hiburan bagi para penjajah Belanda, maka pekerjaan menarik tali tambang ini dimodifikasi menjadi suatu perlombaan hiburan yang pesertanya bisa antara sesama bangsa kita, bisa juga antara sesama prajurit Belanda, ataupun antara orang pribumi melawan Belanda. Biasanya kalo perlombaan antar orang pribumi melawan penjajah Belanda, maka biasanya orang pribumi dipaksa untuk kalah dan membiarkan pihak Belanda yang jadi pemenangnya. Intinya permainan tarik tambang ini berawal dari teknik bekerja bangsa kita, yang kemudian dijadikan sebagai lomba untuk hiburan pengundang gelak tawa semata. 
     Namun di masa sekarang, permainan ini acapkali digelar pada perlombaan rakyat pada peringatan 17 Agustus tiap tahunnya. Derai dan gelak tawa yang terdengar riuh rendah apabila permainan ini dimainkan. Umumnya penonton tertawa terpingkal-pingkal melihat perilaku pemain yang kalah ataupun menerima sentakan tarikan dari regu yang lain, yang membuat pemain itu terpontang-panting. Begitchyuuuhhh... ^^