Permainan Yo-yo

     Yo-yo... Ya, yo-yo !!!... Nama yang singkat namun padat. Permainan dengan gerakan naik-turun yang berputar pada porosnya ini emang sangat mengasyikkan. Tapi taukah sobat sekalian bahwa permainan ini pertama kali populer pada tahun 1920, dan hingga kini yo-yo masih tetap menjadi mainan hobi yang populer di banyak beberapa generasi dan budaya bangsa di dunia. 
Bentuk mainan Yoyo era tahun 80-an hingga tahun 90-an
     Ada yang tau kapan pertama kali yo-yo ditemukan ?. Naaahhh..., ayo kita kulik dikit. Tercatat pada tahun 500 sebelum masehi (SM), diperkirakan sebagai awal permulaan lahirnya yo-yo, yang pertama kali dibuat oleh bangsa Yunani. Pada masa itu bentuk yo-yo masih sangat sederhana, yang terbuat dari tanah liat. Hal ini dapat dilihat pada sebuah lukisan yang terdapat pada sebuah vas Yunani pada periode ini yang menunjukkan seorang anak yang sedang bermain yo-yo.
Lukisan anak yang sedang bermain Yoyo pada tahun 440 sebelum masehi 
Dalam arsip kuno tersebut dikatakan bahwa pada masa Yunani kuno, yo-yo dibuat dari bahan kayu, atau dari bahan logam, yang dicat dengan menggunakan Terracotta (cat yang dibuat dari tanah liat yang dibakar).
    Dalam Kamus Webster Collegiate dikatakan bahwa kata yo-yo berasal dari bahasa Ilokano, yaitu sebuah daerah di Filipina bagian Utara, dengan penyebutan awal yaitu yoyo. Beberapa sumber lain mengatakan bahwa kata yo-yo berasal dari bahasa Tagalog yang berarti "datang dan datang" atau bisa berarti "kembali". Nah, dalam perkembangannya, permainan yo-yo menjadi semakin populer sebagai permainan rakyat hingga pada tahun 1920, dimana seorang yang bernama Duncan Palmer pemilik sebuah pabrik mainan pada tahun tersebut, mencoba memproduksi yo-yo dalam jumlah besar. Produksi pertama Duncan ini dinamai Duncan O-BOY, dan sejak saat itulah permainan ini mendunia dan terbukti tak pernah membuat pemainnya menjadi bosan.
Yoyo O-Boy buatan Duncan Palmer
     Yoyo dalam bentuk yang paling sederhana adalah obyek dua piringan yang dihubungkan oleh sebuah as roda. Dengan menggunakan benang (String) yang panjang, yang digulungkan melingkar pada as atau sumbu yo-yo. Kemudian yo-yo dimainkan dengan memegang ujung bebas dari string, yang biasanya dilakukan dengan memasukkan satu jari di simpul tali yang memungkinkan terjadinya kekuatan lemparan untuk memutarkan yo-yo dan mendiamkan stringnya. Selain itu, hal ini bertujuan agar yo-yo dapat berputar kembali sendiri ke tangan si pemain, atau yang lebih dikenal dengan istilah Yo-yoing.
    Dalam permainan sederhananya, string ini ditujukan agar yo-yo bisa digenggam di tangan kemudian yo-yo dilemparkan ke bawah, hingga ujung akhir dari string, kemudian kembali ke arah tangan, dan akhirnya si pemain menggengam yo-yo kembali untuk kemudian siap dilemparkan lagi. Dulu, permainan ini memang identik dengan dunia anak-anak. Namun di masa sekarang, tidak sedikit orang dewasa yang memiliki kemampuan profesional dalam memainkan yo-yo, hingga memungkinkan permainan ini menjadi salah satu permainan yang populer di berbagai belahan dunia. Begitchyyyuuuhhhh... ^^